Sabtu, 20 Desember 2014

Kisah Wayang dari Kitab Mahabarata
Gambar:Sadewa,Nakula,Arjuna,Bima,Yudistira.

             Secara garis besar,cerita wayang yang diambil dari kitab mahabarata menceritakan sebuah perjalanan hidup 5 orang kesatria yang disebut "pandawa" dalam merebut kembali kerajaan hastina. Yang disebut pandawa yaitu: Yudistira/Punto Dewo, Bima/Werkudoro, Arjuna/Janoko, Nakula dan Sadewo. Awal mulanya kerajaan hastina dipimpin oleh ayah para pandawa, yaitu Pandu Dewa, namun karena ia meninggal, maka kerajaan dipimpin oleh kakaknya yang buta bernama Drestarasta. Drestarasta memiliki seratus orang anak yang disebut Kurawa. Mereka sangatlah benci terhadap Pandawa, mereka haus akan kekuasaan, tidak mau kerajaannya dipimpin saudara mereka (Pandawa), dan ingin menyingkirkan Pandawa selamanya agar mereka para kurawa dapat menguasai kerjaan sepenuhnya. Dengan hasutan licik Sengkuni sang paman, para Kurawa dapat terus menekan Pandawa dan membuat Pandawa dalam kondisi yang terdesak. Seperti berpura-pura mengundang Pandawa di sebuah rumah yang ternyata dirancang untuk membunuh para Pandawa dengan membakarnya, namun dengan kehebatan Pandawa maka mereka pun selamat. Lalu membuat para Pandawa terasingkan dari kerajaan, lalu yang terparah adalah membuat para pandawa kehilangan segalanya dalam meja perjudian.
             Disana Yudistira terpaksa bersumpah untuk turut serta dalam perjudian melawan sengkuni yang licik, mereka mempertaruhkan harta, prajurit, kerajaan, lalu saudara mereka sendiri, bahkan akhirnya harga diri istri mereka sendiri. Dengan bantuan Sri Krisna, istri mereka terselamatkan.Yudistirapun membisu termakan sumpahnya sendiri, ia kehilangan segalanya. Namun demikian,semua hasil taruhan itu dicabut karena Drestrarasta takut akan terkena karma, akan tetapi para Pandawa terjebak masalah lagi, Drestrarasta yang yang tidak punya pendirian itu membiarkan anak-anaknya dan Sengkuni melancarkan rencana jahat kembali. Para Pandawa terkena tipuan sengkuni dalam perjudian dan harus menjalani pengasingan selama 12 tahun, ditambah menyamar selama 1 tahun. saat itulah para Pandawa menjalani hidup mereka diluar kerajaan, sebagai orang biasa. Tapi mereka bertekat untuk menegakkan keadilan, mereka akan kembali pada tahun ke 14 dan merebut kembali Hastina yang sudah seharusnya menjadi milik mereka.
          Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun mereka lewati, saat-saat itulah para Pandawa menjadi orang yang lebih baik dan bijak, dengan bimbingan para dewa. dalam waktu yang panjang tersebut para pandawa sudah memiliki banyak bantuan, bukan hanya itu, mereka juga memiliki banyak keturunan yang di masa mendatang akan membantu mereka merebut kembali kerajaan.
        Setelah 13 tahun berlalu,mereka kembali dan menuntut dikembalikannya kerajaan mereka, namun Duryudana(salah satu Kurawa yang paling tua) tidak setuju mengembalikan kerajaan. Duryudana dengan sombongnya melanggar perjanjian dan tidak puas akan kekuasaannya, tidak ada satupun wilayah yang di berikan kepada para Pandawa.
         Oleh karena itu, peperangan pun tidak bisa dihindari, dengan semangat membara menegakkan kebenaran, para Pandawa mempersiapkan bala tentara untuk melancarkan serangan. Duryudana dan adik-adiknya dengan angkuh percaya bahwa pandawa akan kalah. Perang besar ini akan dikenang dengan nama "perang Baratayuda". Dan ternyata, para Dewa sudah menentukan bahwa para Pandawa akan kalah dalam pertempuran ini. Oleh karena itu, Antasena(anak dari Bima) dan Wisanggeni (anak dari Arjuna) pergi ke Kahyangan dan bertemu dengan para dewa. Dengan berani, mereka mengorbankan diri mereka, mengorbankan nyawa mereka demi kemenangan dan keselamatan para Pandawa dalam medan perang ini. Dan para dewa pun mengabulkan permintaan mereka. para Pandawa merasa senang tapi juga amat sangat sedih dan terpukul atas kepergian Antasena dan Wisanggeni. Namun itu tidak mengurangi tekad mereka dalam memenangi pertempuran ini, meskipun sang kakek Bisma yang agung, dan sang guru Drona terpaksa tidak ikut berperang disisi mereka dan malah disisi Kurawa yang menjadi musuh Pandawa.
            Pertempuran berlangsung lama, dari hari ke hari semakin banyak korban berjatuhan, bukan hanya di pihak Kurawa, tapi juga di pihak Pandawa, seperti Abimanyu (anak Arjuna), dan Gatotkaca (anak Bima) yang tewas dengan gagah berani. Namun demikian, mereka terus berusaha sekuat tenaga mereka demi mengalahkan para kurawa walaupun harus merasakan pedihnya kehilangan anak mereka. Yudistira terus memimpin pasukan di pihak Pandawa. Bima dengan kuku nya yang sakti mampu mengalahkan banyak kurawa tanpa takut. Arjuna dengan kemampuan memanahnya yang tak tertandingi terus mendesak para kurawa, dan si kembar nakula -sadewa yang juga turut serta menggempur lawan. Perang baratayuda berlangsung sangat sengit, awan kematian mengepul dimana-mana. Sungguh perang yang memakan banyak korban. banyak saudara pandawa yang rela berkorban demi terwujudnya reformasi, perubahan dalam pemerintahan yang sudah lama di kuasai Kurawa harus terwujud. Mengapa demikian?karena jika perang ini dimenangi kurawa, maka kerajaan akan berada diambang kehancuran, karena kurawa hanya mementingkan diri mereka. Oleh karena itulah, para pandawa terus bertekat merebut kembali kerajaan mereka.
             Lama kelamaan banyak tokoh penting dalam pasukan kurawa yang juga gugur sebagaimana yang terjadi di kubu pandawa. Sebagai contoh adalah Karno yang sangat ahli memanah, Bisma yang agung, guru Drona, Sengkuni, Dursasana, Kurawa lainnya, lalu Duryudana yang angkuh tersebut. Cahaya kemenangan bagi para pandawapun tampak.meskipun mereka harus mengorbankan banyak hal yang berharga bagi mereka, tapi mereka puas karena berhasil memenangkan pertempuran.dengan ini, kerajaan pun terselamatkan dari tirani para Kurawa.

            Sekian postingan saya kali ini,dan semoga dapat bermanfaat bagi anda. Jika ada kesalahan dalam penulisan maupun cerita yang saya posting, harap memberi komentar di Blog ini agar dapat saya perbaiki. Terimakasih sudah menghampiri Blog saya~



Sabtu, 08 November 2014

Wayang Kulit




        Dalam pembahasan kali ini,saya akan mengulas sedikit tentang seni tradisional khas indonesia,tepatnya wayang kulit. Saya yakin banyak sekali generasi muda yang berpikir "untuk apa kita harus menonton seonggok kulit yang dimainkan semalaman padahal itu adalah hal kuno yang sudah ketinggalan zaman untuk ditonton di era modern ini" itu adalah ungkapan biasa yang sering kali saya dengar dari anak remaja seusia saya. Tapi saya yakin, bahwa orang yang berpikiran seperti itu tidak tahu apapun tentang wayang. Disini saya tidak bermaksud menggurui, hanya sekadar berbagi ilmu yang saya miliki, Jika anda para pembaca yang mencintai dan menghargai budaya bangsa,mari simak penjelasan berikut ini mengenai wayang kulit.


*Apa itu wayang kulit dan perkembangannya di Indonesia*

         Wayang kulit merupakan suatu gambaran,yang terbuat dari kulit ternak(biasanya dari kulit kerbau), dan biasa digunakan untuk menceritakan suatu lakon/cerita. Pada umumnya cerita wayang diambil dari kitab Mahabarata dan kitab Ramayana, kedua kitab hindu tersebut berasal dari India. Dikarenakan banyaknya kerajaan hindu di Indonesia pada masa lalu, maka wayang kulit menjadi budaya yang berkembang pesat di kerajaan-kerajaan Indonesia. Namun perlu anda ketahui, bahwa kisah ramayana dan mahabarata dari India dengan yang ada di Indonesia saat ini sangatlah berbeda, baik dari segi ceritanya, maupun dari segi nilai-nilai moral yang diceritakannya. Terutama pada saat agama islam mulai masuk di Indonesia. Nilai-nilai moral dan ajaran agama islampun mulai mempengaruhi kisah wayang, bahkan juga mempengaruhi wujud wayang itu sendiri. Hal tersebut juga membantu penyebaran agama islam di Indonesia.



          salah satu contohnya adalah sunan kalijaga(salah satu wali songo) yang menyebarkan agama islam dengan menggunakan sarana wayang. Ia menyadari bahwa pada saat itu banyak sekali penduduk jawa yang tertarik dengan seni wayang,oleh karena itu ia menggunakan wayang sebagai sarana dakwahnya.
         Sampai sekarang,wayang sudah mengalami banyak perkembangan. Pagelaran yang tadinya diadakan dengan sederhana dan seadanya, sekarang menjadi lebih kompleks dan banyak unsur tambahan. Misalnya seperti kelir,yaitu layar dari kain putih tempat dalang menggerakan wayangnya, blencong/lampu minyak untuk memantulkan bayangan wayang di kelir(layar), sekarang digantikan dengan lampu listrik, dan masih banyak lagi. Seiring berjalannya waktu, budaya wayang pun akan terus berkembang.





*Bagaimana pertunjukan wayang berlangsung*

        Wayang biasa dimainkan oleh seorang dalang, yaitu orang yang menceritakan/menarasikan cerita wayang beserta dialognya, dan menggerakan wayang tersebut. Seorang dalang tentunya hafal dan memahami cerita/lakon-lakon wayang, menceritakan dengan lantang dan membuat penonton penasaran akan isi dari cerita yang ia bawakan. Tentunya seorang dalang juga fasih dalam menggerkan wayang, atau sering disebut "sabetan". Hal tersebut akan mempengaruhi pembawaan dalang dalam menceritakan lakonnya, seorang dalang yang pandai dalam sabetan/menggerakan wayang tersebut akan membuat penonton merasa bahwa wayang yang ditampilkan seakan-akan hidup. Terutama saat dimulainya adegan pertarungan, itulah hal yang pertama kali membuat saya tertarik dengan wayang. Ciri khas lain seorang dalang adalah melakukan "suluk",yaitu semacam puisi yang di nyanyikan oleh dalang. Ada juga yang disebut “tembang”,tembang yaitu melantunkan nyanyian-nyanyian jawa. Meskipun hal itu lebih dominan dilakukan oleh sinden, namun terkadang saat bagian “limbukan” atau “goro-goro” dalang juga akan ikut bernyanyi.

         Selain dalang,dalam pentas pewayangan ada juga yang disebut sebagai "pesinden", yaitu perempuan yang mengiringi pementasan wayang dengan nyanyian-nyanyian jawa. Lalu juga ada yang disebut pemain karawitan, yaitu sekelompok orang yang memainkan alat-alat musik gamelan, seperti kendang, gong, sitar, suling, rebab, dan lain-lain. Tugas karawitan adalah mengiringi pagelaran wayang itu sendiri. Contohnya adalah saat wayang sedang menari/berlaga, maka kendang akan mengiringinya. Kehadiran pesinden dan pemain karawitan akan membuat suasana pementasan menjadi seru, tentunya jika mereka (dalang-pesinden-pemain karawitan) mampu tampil dengan kompak. Kekompakan merekalah yang akan membangkitkan suasana dalam pementasan. Jika salah satu unsur tersebut tidak ada,semisal tidak ada pemain karawitan, maka pementasan wayangpun akan terasa sangat hampa. Pementasan wayang sering diadakan dimalam hari sampai pagi (semalam suntuk).

*apa isi dari cerita wayang*

       Sebagaimana yang saya jelaskan diatas,cerita wayang diambil dari kitab India. Secara garis besar kisah wayang yang diambil dari mahabarata menceritakan tentang perjuangan para Pandawa dalam melawan Kurawa. Puncak dari perselisihan ini kelak akan di sebut dengan “Perang Baratayuda”. Sedangkan yang diambil dari kitab ramayama menceritakan kisah perjalan cinta Rama dan Sinta.

       Sangat disayangkan, seiring dengan berjalannya waktu, banyak hal yang membuat wayang menjadi suatu budaya yang tersingkirkan, kemajuan teknologi membuat generasi muda "lupa" akan budaya bangsa ini. Saya sangat berharap, agar wayang akan terus hidup, dan mampu bertahan di era modern ini. Saya juga berharap agar seluruh pemuda Indonesia mampu membuka mata mereka, dan menyadari bahwa wayang bukanlah hal kuno dan tidak pantas di masa ini,dan percaya bahwa wayang tidak akan tenggelam dimakan zaman.

Sekian info dari saya, mohon maaf jika ada kesalahan. Tuliskan komentar anda mengenai postingan ini, agar saya dapat memperbaiki kesalahan dan tunggulah postingan berikutnya mengenai kisah wayang dari kitab mahabarata. 




Jumat, 30 Mei 2014

Resensi Novel:Assassin’s Creed Renaissance



 

Judul:Assassin’s Creed Renaissance
Penulis:Oliver Bowden
Penerbit:Ufuk Fiction(sekarang bernama Fantasious)
Tanggal Terbit:Juni 2010
      
       Kali ini,saya akan membahas buku pertama dari serial novel Assassin’s Creed,yaitu Assassin’s Creed Renaissance !!! Novel terbitan Ufuk (yang sekarang bernama Fantasious) ini sangat menarik dan patut untuk kalian baca!

        Novel ini menceritakan tentang perjalanan balas dendam seorang Ezio Auditore, salah seorang anak dari Giovanni Auditore(bankir terkenal di kota Firenze). Pada awalnya, Ezio hidup bahagia di Firenze, dibesarkan disana, diberikan pendidikan oleh ayahnya, hidupnya berkecukupan, dan ia dikelilingi oleh saudara-saudarinya yang selalu menemaninya setiap saat ,membuat hidupnya dipenuhi cinta dan kasih sayang.

         Namun demikian, kebahagian itu tidak bertahan lama, keluarga Auditore di fitnah..mereka dituduh melakukan penghianatan terhadap kota Firenze, segerombol penjaga kota berhamburan ke dalam kediaman keluarga Auditore dan menyergap keluarga tersebut. mereka menyerang dan menghancurkan barang-barang yang ada, menggeledah seisi rumah, mengeroyok dan memaksa Giovanni beserta anaknya untuk dibawa ke Palazzo Vecchio, beruntung sekali saat kejadian sang ibu dan adik perempuan Ezio tidak tertangkap, dan dengan keberuntungan, Ezio pun tidak tertangkap.

        Keesokannya sekerumunan masyarakat kota Firenze  menyaksikan sesuatu, hal yang langsung membuat Ezio bingung sekaligus ngeri saat menyadarinya….”HUKUM GANTUNG” bagi ayah dan saudaranya. Padahal Ezio susah payah memberikan bukti-bukti bahwa keluarganya tidak bersalah sesaat setelah penangkapan ayahnya. Dia pun menyadari bahwa penghianatan ada dimana-mana, dengan amarah  dan kesedihan yang bercampur di dalam hatinya,Ezio pun tersiksa tak berdaya saat melihat ayah dan saudaranya tergantung tak bernyawa.

        Rasa ingin membalas dendam dan menegakkan keadilan tertanam kuat dalam diri Ezio, serangkaian rencana balas dendam pun dia susun. Dan dia pun akhirnya tahu rahasia..dan “jati diri” keluarganya. Dengan bimbingan sang paman, Ezio pun menjadi seorang Assassin mematikan, demi menjalani misi sulit Ordo Assassin-menegakkan keadilan dan mencegah kehancuran dunia!!

        Novel ini disajikan dengan baik ,seru, dan mengharukan oleh Oliver Bowden. Saat membaca novel  ini, sungguh saya langsung merasakan yang dirasakan tokoh uatama, kesedihan mendalam dan tekat kuat sang Ezio Auditore. Kalian pastinya akan terbawa dengan kehidupan Ezio;-)

        Buat kalian yang mengaku pecinta game Assassin’s Creed, novel ini cocok sekali buat kalian. Karena seperti yang saya bicarakan di post sebelumnya, semua seri novel Assassin’s creed itu berdasarkan game nya, jadi kalian bisa lebih mendalami karakter Ezio disini. Tapi, novel ini bukan Cuma pantas dibaca gamer aja kok, novel berbau petualangan ini juga cocok buat kalian yang bukan gamer. Dan omong-omong, nuansa dalam novel ini sangat menarik, seperti judulnya “Renaissance”, pastinya kalian tau apa itu kan?zaman kebangkitan bagi italia. Dalam cerita ini juga disertai tokoh-tokoh dunia yang terkenal sejak zaman Renaissance sampai saat ini.Seperti Leonardo da Vinci, Niccolo Machiavelli, dan masih banyak lagi.

       Hal yang kurang dari novel ini sebenarnya hanya satu, ada beberapa kata atau kalimat yang sulit dimengerti karna masih dalam bahasa asing, pembaca jadi tidak tau apa maksud kata atau kalimat tersebut. Tapi, saya yakin kalian tidak akan menyesal baca novel ini:)