Gambar:Sadewa,Nakula,Arjuna,Bima,Yudistira.
Secara garis besar,cerita wayang
yang diambil dari kitab mahabarata menceritakan sebuah perjalanan hidup 5 orang
kesatria yang disebut "pandawa" dalam merebut kembali kerajaan
hastina. Yang disebut pandawa yaitu: Yudistira/Punto Dewo, Bima/Werkudoro, Arjuna/Janoko,
Nakula dan Sadewo. Awal mulanya kerajaan hastina dipimpin oleh ayah para
pandawa, yaitu Pandu Dewa, namun karena ia meninggal, maka kerajaan dipimpin
oleh kakaknya yang buta bernama Drestarasta. Drestarasta memiliki seratus orang
anak yang disebut Kurawa. Mereka sangatlah benci terhadap Pandawa, mereka haus
akan kekuasaan, tidak mau kerajaannya dipimpin saudara mereka (Pandawa), dan
ingin menyingkirkan Pandawa selamanya agar mereka para kurawa dapat menguasai
kerjaan sepenuhnya. Dengan hasutan licik Sengkuni sang paman, para Kurawa dapat
terus menekan Pandawa dan membuat Pandawa dalam kondisi yang terdesak. Seperti
berpura-pura mengundang Pandawa di sebuah rumah yang ternyata dirancang untuk
membunuh para Pandawa dengan membakarnya, namun dengan kehebatan Pandawa maka
mereka pun selamat. Lalu membuat para Pandawa terasingkan dari kerajaan, lalu
yang terparah adalah membuat para pandawa kehilangan segalanya dalam meja
perjudian.
Disana Yudistira terpaksa bersumpah untuk
turut serta dalam perjudian melawan sengkuni yang licik, mereka mempertaruhkan
harta, prajurit, kerajaan, lalu saudara mereka sendiri, bahkan akhirnya harga
diri istri mereka sendiri. Dengan bantuan Sri Krisna, istri mereka
terselamatkan.Yudistirapun membisu termakan sumpahnya sendiri, ia kehilangan
segalanya. Namun demikian,semua hasil taruhan itu dicabut karena Drestrarasta
takut akan terkena karma, akan tetapi para Pandawa terjebak masalah lagi, Drestrarasta
yang yang tidak punya pendirian itu membiarkan anak-anaknya dan Sengkuni melancarkan
rencana jahat kembali. Para Pandawa terkena tipuan sengkuni dalam perjudian dan
harus menjalani pengasingan selama 12 tahun, ditambah menyamar selama 1 tahun. saat
itulah para Pandawa menjalani hidup mereka diluar kerajaan, sebagai orang
biasa. Tapi mereka bertekat untuk menegakkan keadilan, mereka akan kembali pada
tahun ke 14 dan merebut kembali Hastina yang sudah seharusnya menjadi milik
mereka.
Hari demi hari, bulan demi
bulan, dan tahun demi tahun mereka lewati, saat-saat itulah para Pandawa
menjadi orang yang lebih baik dan bijak, dengan bimbingan para dewa. dalam
waktu yang panjang tersebut para pandawa sudah memiliki banyak bantuan, bukan
hanya itu, mereka juga memiliki banyak keturunan yang di masa mendatang akan
membantu mereka merebut kembali kerajaan.
Setelah 13 tahun berlalu,mereka kembali dan menuntut dikembalikannya kerajaan mereka, namun Duryudana(salah satu Kurawa yang paling tua) tidak setuju mengembalikan kerajaan. Duryudana dengan sombongnya melanggar perjanjian dan tidak puas akan kekuasaannya, tidak ada satupun wilayah yang di berikan kepada para Pandawa.
Oleh karena itu, peperangan pun tidak bisa dihindari, dengan semangat membara menegakkan kebenaran, para Pandawa mempersiapkan bala tentara untuk melancarkan serangan. Duryudana dan adik-adiknya dengan angkuh percaya bahwa pandawa akan kalah. Perang besar ini akan dikenang dengan nama "perang Baratayuda". Dan ternyata, para Dewa sudah menentukan bahwa para Pandawa akan kalah dalam pertempuran ini. Oleh karena itu, Antasena(anak dari Bima) dan Wisanggeni (anak dari Arjuna) pergi ke Kahyangan dan bertemu dengan para dewa. Dengan berani, mereka mengorbankan diri mereka, mengorbankan nyawa mereka demi kemenangan dan keselamatan para Pandawa dalam medan perang ini. Dan para dewa pun mengabulkan permintaan mereka. para Pandawa merasa senang tapi juga amat sangat sedih dan terpukul atas kepergian Antasena dan Wisanggeni. Namun itu tidak mengurangi tekad mereka dalam memenangi pertempuran ini, meskipun sang kakek Bisma yang agung, dan sang guru Drona terpaksa tidak ikut berperang disisi mereka dan malah disisi Kurawa yang menjadi musuh Pandawa.
Setelah 13 tahun berlalu,mereka kembali dan menuntut dikembalikannya kerajaan mereka, namun Duryudana(salah satu Kurawa yang paling tua) tidak setuju mengembalikan kerajaan. Duryudana dengan sombongnya melanggar perjanjian dan tidak puas akan kekuasaannya, tidak ada satupun wilayah yang di berikan kepada para Pandawa.
Oleh karena itu, peperangan pun tidak bisa dihindari, dengan semangat membara menegakkan kebenaran, para Pandawa mempersiapkan bala tentara untuk melancarkan serangan. Duryudana dan adik-adiknya dengan angkuh percaya bahwa pandawa akan kalah. Perang besar ini akan dikenang dengan nama "perang Baratayuda". Dan ternyata, para Dewa sudah menentukan bahwa para Pandawa akan kalah dalam pertempuran ini. Oleh karena itu, Antasena(anak dari Bima) dan Wisanggeni (anak dari Arjuna) pergi ke Kahyangan dan bertemu dengan para dewa. Dengan berani, mereka mengorbankan diri mereka, mengorbankan nyawa mereka demi kemenangan dan keselamatan para Pandawa dalam medan perang ini. Dan para dewa pun mengabulkan permintaan mereka. para Pandawa merasa senang tapi juga amat sangat sedih dan terpukul atas kepergian Antasena dan Wisanggeni. Namun itu tidak mengurangi tekad mereka dalam memenangi pertempuran ini, meskipun sang kakek Bisma yang agung, dan sang guru Drona terpaksa tidak ikut berperang disisi mereka dan malah disisi Kurawa yang menjadi musuh Pandawa.
Pertempuran berlangsung lama, dari hari ke
hari semakin banyak korban berjatuhan, bukan hanya di pihak Kurawa, tapi juga
di pihak Pandawa, seperti Abimanyu (anak Arjuna), dan Gatotkaca (anak Bima) yang
tewas dengan gagah berani. Namun demikian, mereka terus berusaha sekuat tenaga
mereka demi mengalahkan para kurawa walaupun harus merasakan pedihnya
kehilangan anak mereka. Yudistira terus memimpin pasukan di pihak Pandawa. Bima
dengan kuku nya yang sakti mampu mengalahkan banyak kurawa tanpa takut. Arjuna
dengan kemampuan memanahnya yang tak tertandingi terus mendesak para kurawa, dan
si kembar nakula -sadewa yang juga turut serta menggempur lawan. Perang
baratayuda berlangsung sangat sengit, awan kematian mengepul dimana-mana. Sungguh
perang yang memakan banyak korban. banyak saudara pandawa yang rela berkorban
demi terwujudnya reformasi, perubahan dalam pemerintahan yang sudah lama di
kuasai Kurawa harus terwujud. Mengapa demikian?karena jika perang ini dimenangi
kurawa, maka kerajaan akan berada diambang kehancuran, karena kurawa hanya mementingkan
diri mereka. Oleh karena itulah, para pandawa terus bertekat merebut kembali
kerajaan mereka.
Lama
kelamaan banyak tokoh penting dalam pasukan kurawa yang juga gugur sebagaimana
yang terjadi di kubu pandawa. Sebagai contoh adalah Karno yang sangat ahli
memanah, Bisma yang agung, guru Drona, Sengkuni, Dursasana, Kurawa lainnya,
lalu Duryudana yang angkuh tersebut. Cahaya kemenangan bagi para pandawapun
tampak.meskipun mereka harus mengorbankan banyak hal yang berharga bagi mereka,
tapi mereka puas karena berhasil memenangkan pertempuran.dengan ini, kerajaan
pun terselamatkan dari tirani para Kurawa.
Sekian postingan saya kali ini,dan semoga dapat bermanfaat bagi anda. Jika ada kesalahan dalam penulisan maupun cerita yang saya posting, harap memberi komentar di Blog ini agar dapat saya perbaiki. Terimakasih sudah menghampiri Blog saya~
Sekian postingan saya kali ini,dan semoga dapat bermanfaat bagi anda. Jika ada kesalahan dalam penulisan maupun cerita yang saya posting, harap memberi komentar di Blog ini agar dapat saya perbaiki. Terimakasih sudah menghampiri Blog saya~



