Sabtu, 08 November 2014

Wayang Kulit




        Dalam pembahasan kali ini,saya akan mengulas sedikit tentang seni tradisional khas indonesia,tepatnya wayang kulit. Saya yakin banyak sekali generasi muda yang berpikir "untuk apa kita harus menonton seonggok kulit yang dimainkan semalaman padahal itu adalah hal kuno yang sudah ketinggalan zaman untuk ditonton di era modern ini" itu adalah ungkapan biasa yang sering kali saya dengar dari anak remaja seusia saya. Tapi saya yakin, bahwa orang yang berpikiran seperti itu tidak tahu apapun tentang wayang. Disini saya tidak bermaksud menggurui, hanya sekadar berbagi ilmu yang saya miliki, Jika anda para pembaca yang mencintai dan menghargai budaya bangsa,mari simak penjelasan berikut ini mengenai wayang kulit.


*Apa itu wayang kulit dan perkembangannya di Indonesia*

         Wayang kulit merupakan suatu gambaran,yang terbuat dari kulit ternak(biasanya dari kulit kerbau), dan biasa digunakan untuk menceritakan suatu lakon/cerita. Pada umumnya cerita wayang diambil dari kitab Mahabarata dan kitab Ramayana, kedua kitab hindu tersebut berasal dari India. Dikarenakan banyaknya kerajaan hindu di Indonesia pada masa lalu, maka wayang kulit menjadi budaya yang berkembang pesat di kerajaan-kerajaan Indonesia. Namun perlu anda ketahui, bahwa kisah ramayana dan mahabarata dari India dengan yang ada di Indonesia saat ini sangatlah berbeda, baik dari segi ceritanya, maupun dari segi nilai-nilai moral yang diceritakannya. Terutama pada saat agama islam mulai masuk di Indonesia. Nilai-nilai moral dan ajaran agama islampun mulai mempengaruhi kisah wayang, bahkan juga mempengaruhi wujud wayang itu sendiri. Hal tersebut juga membantu penyebaran agama islam di Indonesia.



          salah satu contohnya adalah sunan kalijaga(salah satu wali songo) yang menyebarkan agama islam dengan menggunakan sarana wayang. Ia menyadari bahwa pada saat itu banyak sekali penduduk jawa yang tertarik dengan seni wayang,oleh karena itu ia menggunakan wayang sebagai sarana dakwahnya.
         Sampai sekarang,wayang sudah mengalami banyak perkembangan. Pagelaran yang tadinya diadakan dengan sederhana dan seadanya, sekarang menjadi lebih kompleks dan banyak unsur tambahan. Misalnya seperti kelir,yaitu layar dari kain putih tempat dalang menggerakan wayangnya, blencong/lampu minyak untuk memantulkan bayangan wayang di kelir(layar), sekarang digantikan dengan lampu listrik, dan masih banyak lagi. Seiring berjalannya waktu, budaya wayang pun akan terus berkembang.





*Bagaimana pertunjukan wayang berlangsung*

        Wayang biasa dimainkan oleh seorang dalang, yaitu orang yang menceritakan/menarasikan cerita wayang beserta dialognya, dan menggerakan wayang tersebut. Seorang dalang tentunya hafal dan memahami cerita/lakon-lakon wayang, menceritakan dengan lantang dan membuat penonton penasaran akan isi dari cerita yang ia bawakan. Tentunya seorang dalang juga fasih dalam menggerkan wayang, atau sering disebut "sabetan". Hal tersebut akan mempengaruhi pembawaan dalang dalam menceritakan lakonnya, seorang dalang yang pandai dalam sabetan/menggerakan wayang tersebut akan membuat penonton merasa bahwa wayang yang ditampilkan seakan-akan hidup. Terutama saat dimulainya adegan pertarungan, itulah hal yang pertama kali membuat saya tertarik dengan wayang. Ciri khas lain seorang dalang adalah melakukan "suluk",yaitu semacam puisi yang di nyanyikan oleh dalang. Ada juga yang disebut “tembang”,tembang yaitu melantunkan nyanyian-nyanyian jawa. Meskipun hal itu lebih dominan dilakukan oleh sinden, namun terkadang saat bagian “limbukan” atau “goro-goro” dalang juga akan ikut bernyanyi.

         Selain dalang,dalam pentas pewayangan ada juga yang disebut sebagai "pesinden", yaitu perempuan yang mengiringi pementasan wayang dengan nyanyian-nyanyian jawa. Lalu juga ada yang disebut pemain karawitan, yaitu sekelompok orang yang memainkan alat-alat musik gamelan, seperti kendang, gong, sitar, suling, rebab, dan lain-lain. Tugas karawitan adalah mengiringi pagelaran wayang itu sendiri. Contohnya adalah saat wayang sedang menari/berlaga, maka kendang akan mengiringinya. Kehadiran pesinden dan pemain karawitan akan membuat suasana pementasan menjadi seru, tentunya jika mereka (dalang-pesinden-pemain karawitan) mampu tampil dengan kompak. Kekompakan merekalah yang akan membangkitkan suasana dalam pementasan. Jika salah satu unsur tersebut tidak ada,semisal tidak ada pemain karawitan, maka pementasan wayangpun akan terasa sangat hampa. Pementasan wayang sering diadakan dimalam hari sampai pagi (semalam suntuk).

*apa isi dari cerita wayang*

       Sebagaimana yang saya jelaskan diatas,cerita wayang diambil dari kitab India. Secara garis besar kisah wayang yang diambil dari mahabarata menceritakan tentang perjuangan para Pandawa dalam melawan Kurawa. Puncak dari perselisihan ini kelak akan di sebut dengan “Perang Baratayuda”. Sedangkan yang diambil dari kitab ramayama menceritakan kisah perjalan cinta Rama dan Sinta.

       Sangat disayangkan, seiring dengan berjalannya waktu, banyak hal yang membuat wayang menjadi suatu budaya yang tersingkirkan, kemajuan teknologi membuat generasi muda "lupa" akan budaya bangsa ini. Saya sangat berharap, agar wayang akan terus hidup, dan mampu bertahan di era modern ini. Saya juga berharap agar seluruh pemuda Indonesia mampu membuka mata mereka, dan menyadari bahwa wayang bukanlah hal kuno dan tidak pantas di masa ini,dan percaya bahwa wayang tidak akan tenggelam dimakan zaman.

Sekian info dari saya, mohon maaf jika ada kesalahan. Tuliskan komentar anda mengenai postingan ini, agar saya dapat memperbaiki kesalahan dan tunggulah postingan berikutnya mengenai kisah wayang dari kitab mahabarata. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar